HUTA

HORAS TONDI MADINGIN, PIR TONDI MATOGU

Senin, 06 Mei 2013

NASIHAT IBU KEPADA PUTRINYA


CANTIK & INDAH DALAM KEHIDUPAN

Suatu pagi seorang anak gadis berkata pada Ibunya: 

Ibu, ibu selalu terlihat cantik. Aku ingin seperti ibu, beritahu aku caranya..

Dengan tatapan lembut & senyum haru, sang Ibu menjawab :

Anakku, 
Untuk Bibir yang menarik,
ucapkanlah perkataan yang baik
Untuk pipi yang lesung,
tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapapun
Untuk mata yang indah menawan, 
lihatlah selalu kebaikan orang lain... 
Untuk tubuh yg langsing, 
sisihkanlah makanan untuk yang membutuhkan.
Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuatkan orang kepadamu.
Untuk wajah putih bercahaya, 
bersihkanlah kotoran batin

Anakku..
Janganlah sombong akan kecantikan fisik karena itu akan pudar oleh waktu. 
Tapi Kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian..

Jika kita benar, maka kita tidak perlu marah.
Jika kita salah, maka kita wajib minta maaf.

Janganlah terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa air mata.
Jangan juga terlalu menguatirkan masa depan, karena hal itu akan membawa ketakutan.
Jalankan yang saat ini dengan senyuman & rasa syukur karena hal itu akan membawa keceriaan & sukacita di hati.

Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kita pedih atau lebih baik.
Setiap masalah yg timbul bisa menguatkan atau menghancurkan hati kita.
Pilihan ada di tangan kita apakah kita akan memilih menjadi pecundang atau pemenang.

Hal-hal yg indah tidak selalu baik, 
tapi hal-hal yang baik akan selalu indah...

Sabtu, 20 April 2013

10 Tombol Tersembunyi di Facebook

Halo!
Sobat :)

 
Pasti sebagian besar dari kita sudah punya akun facebook, atau kalaupun tidak punya pasti dah pernah mendengar facebook tersebut. Namun sementara yang admin tau tentang tombol tersembunyi ini hanya bisa digunakan di Komputer PC.

Dibawah ini adalah tombol-tomboh rahasia facebook

shift + alt + 1 = home

shift + alt + 2 = profile

shift + alt + 3 = permintaan pertemanan

shift + alt + 4 = pesan

shift + alt + 5 = pemberitahuan

shift + alt + 6 = edit account

shift + alt + 7 = settings privasi

shift + alt + 8 = penggemar facebook

shift + alt + 9 = statement of rights and responsibilities

shift + alt + 0= pusat bantuan

Tips Cepat Mendapat Pekerjaan Setelah Lulus Kuliah

Halo!
Sobat  :)

Siapa sih yang tidak ingin setelah lulus kuliah langsung dapet kerja? Pasti tidak ada kan yang menginginkan tuk jadi seorang pengangguran?Namun pada kenyataannya saat ini banyak diantara mahasiswa-mahasiswa setelah selesai melalui proses studi dan memperoleh gelar sarjana banyak diantara mereka yang justru mengalami nasib yang sangat-sangat kurang menguntungkan.

Alih-alih nasib mereka yang kurang menguntungkan, ternyata mereka juga belum cakap atau belum mempunyai kompetensi yang cukup memadai.Selain itu belum adanya budaya kerja yang tertanam dalam benak mahasiswa sehingga masih terbiasa dengan kebiasaan bermalas-malasan.Nah,berikut ini ada beberapa tips supaya sebagai alumni mahasiswa baru cepat mendapat pekerjaan dan terhindar dari status pengangguran.

1.Miliki pengetahuan teknik wawancara pekerjaan. Buku dan artikel tentang hal ini bisa kita dapatkan di toko buku ataupun di internet. Jangan khawatir mengenai biaya, karena banyak sekali artikel tentang teknik wawancara bisa didapat dengan gratis melalui internet.

2.Setahun sebelum perkiraan lulus kuliah, melamarlah untuk beberapa pekerjaan yang diminati, katakan didalam surat lamaran, bahwa saat ini kamu masih kuliah, namun dalam persiapan menyusun skripsi. Cari juga beberapa lowongan kerja yang mungkin cocok untuk
kamu.

3.Saat melamar, jika calon pemberi kerja (perusahaan) mensyaratkan untuk mengirimkan berkas lamaran melalui pos, maka sebaiknya hanya menyertakan surat lamaran dan Curriculum Vitae (CV) atau riwayat hidup saja. Katakan didalam surat lamaran bahwa dokumen lainnya termasuk foto copy KTP akan diberikan menyusul. Tujuan dari hal ini adalah semata-mata untuk menghemat biaya melamar
kamu.

4.Untuk pekerjaan atau jabatan yang tidak harus memiliki latar belakang pendidikan khusus, seperti dokter, akuntan, arsitek atau engineer, maka walaupun calon pemberi kerja (perusahaan) telah mensyaratkan latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan kamu, jangan “takut” untuk tetap melamar.

5.Upayakan memiliki pengalaman kerja semasa
kamu kulian, walaupun hanya berupa praktek kerja, atau pekerjaan paruh waktu, dan cantumkam pengalaman kerja ini dalam CV
kamu.

6.Aktivitas berorganisasi perlu juga disertakan saat menuliskan CV, sebab biasanya aktivitas organisasi banyak memberi kematangan dalam berinterkasi dan berkomunikasi yang tentunya dibutuhkan juga dalam dunia kerja. Mungkin saya juga bisa memberikan salah satu solusi yang paling baik adalah kita mulai dengan bisnis.

Nah,itulah beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan supaya kita dapat dengan mudah memperoleh pekerjaan setelah lulus kuliah.Jangan sampai kita setelah lulus kuliah justru menghadapi sebuah kenyataan pahit dengan tidak memperoleh pekerjaan.Pengangguran adalah sesuatu momok yang sangat menakutkan lagi menyakitkan untuk kita semua.

Inilah 50 Fakta Tentang Pria yang Perlu Kamu Ketahui

Halo!
Sobat  :)

1. Sebenarnya pria tak mencari wanita yang cantik, yang dicari adalah wanita yang enak dilihat dan mempesona. (Untuk itu, ia selalu meminta Kamu berdandan. Bukan karena ia mata keranjang, tetapi mereka ingin Kamu terlihat mempesona)

2. Pria sangat benci dikhianati. (Walau mereka egois, keras, dan sok kuat, tetapi mereka adalah makhluk yang rapuh)

3. Detik ini ia menyukai Kamu, beberapa detik kemudian, ia lupa dan malah asyik bersama teman-temannya. (Hal ini wajar, tetapi bukan berarti Kamu tak pernah ada di hatinya)

4. Jika ia mengatakan “Ya, memang aku nggak ngerti kamu,” itu artinya pemikiran dia dan Kamu berbeda. (Bukan berarti tak bisa bersatu, tetapi coba untuk saling memahami satu sama lain)

5. Dalam sehari, ia akan sibuk bermain dan menjalani aktivitasnya bersama teman-temannya. Tetapi percayalah, saat ia bersiap untuk tidur, Kamu selalu terbersit di dalam benaknya. (Dan percayalah, mereka suka senyum-senyum sendiri saat membayangkan betapa cantiknya Kamu hari ini)

6. “Kamu lagi ngapain?” atau “Sudah makan belum?” adalah kalimat yang paling sering diucapkan pria saat di telepon. (Mereka memang bukan makhluk yang pandai berbasa-basi, tetapi mereka sungguh ingin tahu semua hal detail soal Kamu)

7. Jika seorang pria benar-benar mencintai Kamu, ia akan menerima Kamu apa adanya. Tak peduli Kamu gemuk, hitam atau berjerawat. (Mereka mungkin akan memberi saran pada Kamu untuk diet saat Kamu merasa gemuk, tetapi mereka tulus mencintai Kamu)

8. Pria sangat tergila-gila saat melihat senyuman Kamu. (Untuk itu jangan memelihara cemberut di wajah Kamu, tersenyum dan buatlah ia semakin terpesona)

9. Pria akan melakukan apa saja untuk meraih perhatian Kamu. (Termasuk memamerkan kisahnya dengan sang mantan, walau terkadang hal ini tak perlu diceritakannya pada Kamu)

10. Pria tak suka jika Kamu bercerita soal mantannya. (Walau kadang ia suka pamer soal mantannya kepada Kamu, tapi ia sangat cemburu jika ia mendengar cerita soal mantan Kamu)

11. Jika pria ingin bertemu dengan orang tua Kamu, jangan ragu dan malu. Ia serius dengan Kamu lho!

12. Pria ingin selalu berbagi semua hal dengan Kamu, namun terkadang ia tak bisa mengungkapkan semua hal dengan baik. (Untuk itu, jangan paksa dirinya bercerita jika memang ia belum siap untuk bercerita)

13. Sesekali, pria menangis. (Semua bayi, pria maupun wanita menangis, dan pria dewasa juga memiliki rasa sedih, saat mereka kecewa dan sedih, mereka pun bisa menangis seperti Kamu. Berikan pelukan dan dukungan padanya, karena Kamu ada untuknya)

14. Jangan berusaha membuat pria marah, karena mereka adalah makhluk temperamen yang mudah marah.

15. Pria adalah makhluk simple, mereka bukan tipikal yang selalu berharap dan berandai-andai.

16. Pria akan mencoba mendapatkan hati wanita yang memutuskannya, sebelum akhirnya mereka berusaha melupakannya. (Inilah yang membuat mereka getol menelepon Kamu setelah habis putus, dan kemudian akhirnya menyerah karena Kamu memberikan respon yang negatif)

17. Saat Kamu membuat seorang pria jatuh cinta, selamanya ia tak akan pernah bisa melupakannya. (Untuk itu bisa dibilang pria lebih rapuh dan sulit melupakan ketimbang wanita)

18. Jangan pernah berkata padanya, “Mmhhh… ah tidak lupakan saja” karena hal ini akan membuat ia bertanya-tanya dan bahkan curiga pada Kamu. (Seperti halnya wanita, mereka juga makhluk yang sensitif dan ingin tahu)

19. Pria tak akan pernah bisa tidur, jika perlahan Kamu mengusap punggungnya. Dan membelai lembut kepalanya. (Percayalah, jika Kamu melakukan ini pada kekasih Kamu, maka ia akan terus menerus merindukan Kamu)

20. Pria selalu memiliki cara untuk memuji Kamu (baca: merayu Kamu)

21. Jika pria ragu-ragu dan terlihat berpikir keras saat Kamu menyatakan pendapat atau meminta mereka melakukan sesuatu, artinya mereka tidak mau melakukannya. (Kebanyakan pria akan berbohong dan melakukan hal yang tak ingin ia lakukan untuk wanita yang ia cintai. Tapi percayalah, mereka sangat menderita dan merasa terkekang)

22. Jika Kamu berkata tidak, yang ada di dalam pikiran pria adalah “Akan aku coba lagi” (Masih ingat kan saat ia meminta Kamu menjadi kekasihnya?)

23. Kamu tak akan pernah bisa membuat pria mengerti dalam sekali berbicara saja. Mereka makhluk yang cerdas, tetapi terkadang sulit bagi mereka untuk mengerti Kamu. (Begitulah pria menyebut wanita sebagai makhluk yang sulit dimengerti)

24. Pria benci gay! (Bukan bermaksud diskriminasi atau jahat, tetapi terkadang mereka tak habis pikir, mengapa seseorang bisa menyukai sesama jenisnya. Dan terkadang mereka malah takut dan cenderung menutup pertemanan dengan mereka yang berhubungan dengan sesama jenis)

25. Pria sangat menyayangi ibunya.

26. Pria akan menyisihkan sebagian uangnya hanya untuk membeli hadiah kecil untuk Kamu.

27. Pria sering berpikir tentang wanita yang mungkin menyukai mereka (termasuk si centil yang sering kali membuat Kamu jengkel dengan SMS-SMS genitnya), tetapi bukan berarti mereka menyukai wanita itu lho.

28. Kamu tak akan pernah bisa mengerti pria, kecuali Kamu menyediakan waktu untuk mendengar keluh kesah mereka dan bukan melulu bercerita tentang diri Kamu.

29. Jika seorang pria dengan sungguh-sungguh mengatakan, Kamu adalah satu-satunya orang yang dicintainya, percayalah, perkataannya tulus dari dalam hati.

30. Bukan pria saja yang gemar bergosip, di antara teman prianya, mereka juga seringkali bergosip.

31. Wanita, adalah kelemahan setiap pria. (Mereka tak akan tahan melihat air mata jatuh dari mata Kamu. Mereka juga tak suka melihat Kamu bersedih)

32. Tak seperti wanita, pria lebih jujur dan terbuka tentang diri mereka. Mereka lebih menerima kekurangan apa adanya.

33. Boleh saja membuat pria penasaran pada Kamu, tetapi jika digantung terlalu lama, mereka juga bisa bosan dan jenuh lho.

34. Percaya atau tidak, pria adalah juri yang adil dan baik.

35. Walau terkadang mereka berkesan jorok, tetapi pada dasarnya pria suka kebersihan, aroma wangi, dan keindahan.

36. Pria lebih suka pada wanita yang menghargai dirinya apa adanya.

37. Pria mencintai seorang wanita yang bisa menjadi sahabat, sekaligus kekasih baginya.

38. Jika ada seorang pria yang menceritakan masalahnya, Kamu cukup mendengarkannya. Jangan beri nasehat atau menyalahkan dirinya.

39. Jika ada seorang pria menyukai Kamu, lihat lebih jauh ke dalam matanya. (Mata adalah jendela hati, dan ia tak pernah berbohong)

40. Pria selalu memiliki cara untuk menghindarkan Kamu dari pria lain. (Salah satunya dengan menolak diajak jalan ke mall)

41. Pria lebih menyukai wanita yang cerdas, ketimbang wanita yang hanya tahu soal make up dan rok mini.

42. Pria adalah sosok yang sok tahu, mereka malu bertanya kepada wanita apa yang diinginkan. Alhasil, tebakan mereka seringkali meleset.

43. Ketika pria menginginkan sesuatu, mereka akan membayangkannya. Tetapi mereka tak mau terlibat terlalu jauh. Mereka lebih cenderung memendam dalam-dalam keinginan mereka jika tahu keinginan itu sulit terwujud.

44. Pria adalah makhluk yang payah dalam soal rahasia. Mereka hampir tak bisa menyimpan rahasia dengan baik.

45. Terkadang, pria terlalu banyak berpikir negatif ketimbang positif.

46. Fantasi pria soal wanita adalah satu-satunya fantasi yang tak mungkin dibatasi. (Sekalipun mereka telah memiliki pasangan dan keluarga)

47. Tinggi badan mungkin bukan masalah yang terlalu penting bagi pria, tetapi mereka cukup peduli pada berat badan (wanita khususnya, termasuk Kamu)

48. Jika pria mulai serius dengan hubungannya, maka mereka akan menjadi makhluk yang super posesif. (Inilah mengapa ia selalu berusaha menjemput dan mengantar Kamu, serta selalu mengecek inbox message di dalam handphone Kamu)

49. Jika Kamu tahu bagaimana menaklukkan pria Kamu, mereka tak akan pernah bisa jauh dari Kamu.

50. Bagi pria, melupakan seseorang membutuhkan waktu yang lebih lama dari seumur hidup.

Hadehhh. anda bisa menilai, dan menjiwai lelaki. Bocor rahasia negara... :-p

Senin, 18 Februari 2013

DATU, SIBASO, GURU DAN TUAN


Datu (dukun) adalah seseorang yang mempunyai kemampuan di luar daya normal manusia awam (kemampuan supranatural/paranormal). Dalam struktur masyarakat Batak tradisional, Datu mendapat posisi terhormat karena kompetensinya di bidang membaca dan menulis aksara Batak, dan kemampuan lain seperti pengobatan, ilmu nujum, parhalaan (penanggalan) untuk membaca hari baik dan buruk.  Selain itu seorang Datu memegang fungsi dan peran penting  “sesuai jurusan kualifikasi keilmuaannya” dalam kelompok masyarakat territorial huta, dan berasal dari garis keturunan marga yang menempati huta.  Setiap marga dalam satu huta minimal mempunyai seorang Datu
Seorang Datu tidak serba menguasai semua bidang-bidang hadatuon (perdukunan), tetapi biasanya terdapat satu keahlian khusus yang menonjol di bidangnya. Misalnya Datu Partaoar, dengan ramuan-ramuannya lebih ahli di bidang obat penyembuh dan penawar racun, Datu Pangatiha Pandang Torus mempunyai kemampuan sebagai peramal, dan Datu Panuju keahliannya untuk mengatur cuaca, seperti mendatangkan hujan atau menangkal hujan.
Fungsi dan peran Datu di dalam masyarakat Batak kuno, sebagai:
  1. Pemimpin ritual dan religi Batak.
  2. Tabib dengan ramuan tradisional yaitu: 
          - Tambar = obat tradisional dari racikan dedaunan, akar-akar 
                              atau batang tanaman (ramuan herbal);
          - Taoar = berupa ramuan dari racikan berbagai tambar dan bahan-bahan lain 
                           yang berkhasiat untuk obat penawar racun, guna-guna atau 
                           obat penyembuh penyakit.
  1. Ahli Nujum, menggunakan parhalaan (kalender Batak), memperkirakan hari baik yang tepat (maniti ari) untuk melakukan sesuatu ulaon seperti pesta; memasuki rumah baru dan sebagainya. Ia juga dapat melakukan prakiraan (ramalan) berdasarkan gejala-gejala alam dan menggunakan media tertentu.
  2. Penasihat dalam permasalahan hubungan antara anggota masyarakat dalam huta atau antar huta,  membentengi secara magis suatu huta atau dalam perang mempunyai aji-ajian sitorban dolok (ilmu meruntuhkan gunung).
Datu umumnya pria, datu perempuan disebut Sibaso.  Sibaso dalam komunitas huta lebih berperan sebagai “dukun persalinan” yang ahli dibidang kebidanan, penyakit wanita dan ramuan-ramuan obat tradisional (tambar). Sibaso perannya tidak sebesar Datu. Pada upacara ritual tertentu Sibaso berfungsi mendampingi Datu (pria) sebagai medium dalam “kesurupan roh.”
Seseorang yang memiliki tingkatan keahlian di atas Datu disebut GuruGuru adalah gelar kehormatan yang diberikan masyarakatnya karena keunggulannya dan reputasinya yang diakui para datu lainnya. Bahkan datu dari huta lain meminta petunjuk atau berguru kepadanya, sehingga ia merupakan suhu atau mahaguru datu alias “datunya Datu.
Raja di huta tanah Batak umumnya memiliki sahala hadatuon, atau kemampuan seperti datu.*).  Seorang Raja yang memegang posisi sebagai pemimpin tertinggi di kelompoknya tetapi juga disegani, dihormati dan diakui sebagai sesepuh oleh pemimpin kelompok lain diluar marga atau hutanya, disebut Tuan (yang terhormat). Tuan tingkatannya lebih tinggi di atas Guru.
Sisingamangaraja termasuk yang bergelar Tuan, atau lengkapnya Ompu Tuan Sisingamangaraja. Bandingakan juga dengan Guru Tatea Bulan (putra pertama Si Raja Batak) dan Tuan Sori Mangaraja (cucu Si Raja Batak).**)
___________________________

*)  Klik Sahala
**) Gelar Guru, Tuan dan Datu banyak terdapat pada nama-nama Leluhur Batak, diantaranya lihat pada tulisan  Silsilah Siraja Batak dan bandingkan juga dengan Ompu/Ompung sebagai panggilan hormat/yang dihormati (Klik Ompu atau Ompung).  Datu dalam konsep tradisional, dalam masyarakat modern sekarang manifestasinya bisa seorang Dokter, Pemimpin/Pejabat, Tokoh Agama, Ahli Astronomi, Guru, dan Para Pakar lainnya.  Datu dalam konotasi "negatif" terutama pada masa "jahiliyah" di Batak (Klik:  Masa Kegelapan (Tingki ni Lumlam))

Sabtu, 02 Februari 2013

"SURAT PENAWARAN"

Mandapothon nanihaholongan,
Siporiban boru ni datulang,

Dohot hormat,
Mansai as situtu do rohakku paboahon tu ho hasian, naung "madabu lope" do ahu tu ho sian tanggal 25 Desember 2012 naung salpu i. Ra didok halak efek ni "MARTINA" do on.

Marhite panghataionnami saoppu, di tanggal 31 Desember 2012 topetna di ujung taon i pukkul 19.00 WIB, naung mansai balga situtu do rohakku mangidohon ingkon ho ma gabe parumaen ni dainang, jala ingkon holan ho sambing do naung tarpangan rohangkon.

Tung gok situtu do rohakku menawarhon diriku gabe haholongan ni roham nagok prospektif. Hubungan holong ni rohata ingkon  mandalani masa percobaan minimal tolu bulan andorang masuk tusangkap parbogason. Napastina, dungkon masa percobaan simpul, ingkon dibahen do pe jumolo "on the job training" nalobi intensif jalamarhaudutan. Dung i muse, siganup tolu bulan ingkon adong diadakan tontong evaluasi "performa kerja" naboi panaingkon status sian "nanihaholongan ni roha" gabe PARSONDUK BOLON. Biaya naharuar laho mangan dohot maronan rap mambagi dua sama rata di hita nadua bola pihak.

Dungkon i, marhitehon "performa dan kinerja" ni hasian, dang tartutup kemungkinan ingkon gabe ahu menanggung bagian na lumobi balga sian pangaluaran total. Alai, mansai marbisuk do ahu mangida jala  manilai, jumlah dohot bentuk pengeluaran nanaeng sikaluarhononmu annon.

Ahu, sian toru ni roha mangidohon tu langkam gira mangalusi penawaran on di bagasan 30 ari taretong tanggal parsahat ni surat on. Lewat sian tanggal ondeng, penawaran on gabe dibatalhon so pola marhite boa-boa namangihut, jala unang salahon ahu gabe lao tu siporiban naasing.

Mandok  mauliate situtu do ahu, molo so olo ho di ahu, pasahatonmu muse surathon tu anggim tinodohonmi.  Ala taringot do ahu di hata n natua-tua namandok, molo dang dangkana rantingna, molo so olo angkana ba anggina.

Tarsongon i ma jo panawaran on hubaen hasian.
Jumolo dohot di pudi, dohononku mauliate godang.

Tabeku,
Hasian haholongan ni roham,
Sutrisno Sumando Sianturi

Asa haro paposhon roham, nitembushon do surat on tu angka dongan tubu, iboto, lae, bere, dohot pomparan ni Toga Simatupang na adong di sandok portibi on.

Selasa, 04 September 2012

Sejarah

Sejarah Singkat Pembentukan Kabupaten Dairi
A. Sebelum Penjajahan Belanda
Pemerintahan di Dairi telah ada jauh sebelum kedatangan penjajahan Belanda. Walaupun saat itu belum dikenal sebutan Wilayah/Daerah Otonomi, tetapi kehadiran sebuah pemerintahan pada zaman tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dengan adanya pengakuan terhadap Raja-raja Adat. Pemerintahan masa itu dikendalikan oleh Raja Ekuten/Takal Aur/Kampung/Suak dan Pertaki sebagai raja-raja adat merangkap sebagai Kepala Pemerintahan.
Adapun struktur Pemerintahan masa itu diuraikan sebagai berikut :
  1. Raja Ekuten, sebagai pemimpin satu wilayah (suak) atau yang terdiri dari beberapa suku/kuta/kampong Raja Ekuten disebut juga Takal Aur, yang merupakan Kepala Negeri.
  2. Pertaki, sebagai pemimpin satu Kampung, setingkat dibawah Raja Ekuten.
  3. Sulang Silima, sebagai pembantu pertaki pada setiap kuta (Kampung), yang terdiri dari : 1) Perisang-isang; 2) Perekur-ekur; 3) Pertulan tengah; 4) Perpunca ndiadep; 5) Perbetekken.
Menurut berbagai literatur sejarah bahwa wilayah Dairi sangat luas dan pernah jaya dimasa lalu. Sesuai dengan Struktur Organisasi Pemerintahan tersebut di atas, maka wilayah Dairi dibagi atas 5 (lima) wilayah (suak/aur) yaitu :
  1. Suak/Aur SIMSIM, meliputi wilayah : Salak, Kerajaan, Siempat Rube, Sitellu Tali Urang Jehe, Sitellu Tali Urang Julu dan Manik.
  2. Suak/Aur PEGAGAN dan Kampung Karo, meliputi wilayah : Silalahi, Paropo, Tongging, Pegagan Jehe dan Tanah Pinem.
  3. Suak/Aur KEPPAS, meliputi wilayah : Sitellu Nempu, Silima Pungga-Pungga, Lae Luhung dan Parbuluan.
  4. Suak/Aur BOANG, meliputi wilayah : Simpang Kanan, Simpang Kiri, Lipat Kajang, Belenggen, Gelombang Runding dan Singkil (saat ini Wilayah Aceh)
  5. Suak/Aur KLASEN, meliputi wilayah : Sienem koden, Manduamas dan Barus
B. Masa Penjajahan Belanda
Pada masa perjuangan melawan penjajahan Belanda, sejarah mencatat bahwa Raja Sisisngamangaraja XII semasa hidupnya cukup lama berjuang di Daerah Dairi, karena wilayah Bakkara dan wilayah Toba pada umumnya telah dibakar habis dan dikuasai oleh Belanda. Kondisi tersebut tidak memungkinkan lagi untuk bertahan dan meneruskan perjuangannya, sehingga beliau hijrah ke Dairi, beliau wafat pada tanggal 17 Juni 1907 di Ambalo Sienem Koden yang ditembak atas perintah komandan Batalion Marsuse Belanda, Kapten Cristofel.
Pada masa penjajahan Belanda yang terkenal dengan politik Devide Et Impera, maka nilai-nilai, pola dan struktur Pemerintahan di Dairi mengalami perubahan yang sangat cepat dengan mengacu pada system dan pembagian wilayah Kerajaan Belanda, maka Dairi saat ini ditetapkan pada suatu Onder Afdeling yang dipimpin seorang Cotroleur berkebangsaan Belanda dan dibantu oleh seorang Demang dari penduduk Pribumi/Bumi Putra. Kedua pejabat tersebut dinamai Controleur Der Dairi Landen dan Demang Der Dairi Landen.
Pemerintah Dairi landen adalah sebagian dari wilayah Pemerintahan Afdeling Batak Landen yang dipimpin Asisten Residen Batak Landen yang berpusat di Tarutung. Sistem ini berlaku sejak dimulainya perjuangan pahlawan Raja Sisingamangaraja XII dan berlaku juga sampai penyerahan Belanda atas penduduk Nippon (Jepang) pada tahun 1942.
Selama penjajahan Belanda inilah Daerah Dairi mengalami sangat banyak penyusutan wilayah, karena politik penjajahan kolonial Belanda yang membatasi serta menutup hubungan dengan wilayah-wilayah Dairi lainnya yaitu :
  1. Tongging, menjadi wilayah Tanah Karo;
  2. Manduamas dan Barus, menjadi wilayah Tapanuli Tengah;
  3. Sienem Koden (Parlilitan), menjadi wilayah Tapanuli Utara;
  4. Simpang Kanan, Simpang Kiri, Lipat Kajang, Gelombang, Runding dan Singkil menjadi wilayah Aceh.
Setelah kolonial Belanda menguasai Daerah Dairi, maka untuk kelancaran Pemerintahan Hindia Belanda membagi Onder Afdeling Dairi menjadi 3 (tiga) Onder Districk, yaitu :
1. Onder Districk Van Pakpak, meliputi 7 kenegerian yakni :
1.1. Kenegerian Sitellu Nempu;
1.2. Kenegerian Siempat Nempu Hulu;
1.3. Kenegerian Siempat Nempu;
1.4. Kenegerian Silima Pungga-Pungga;
1.5. Kenegerian Pegagan Hulu;
1.6. Kenegerian Parbuluan;
1.7. Kenegerian Silalahi Paropo;

2. Onder Districk Van Simsim, meliputi 6 (enam) Kenegerian yakni :
2.1. Kenegerian Kerajaan;
2.2. Kenegerian Siempat Rube;
2.3. Kenegerian Mahala Majanggut;
2.4. Kenegerian Sitellu Tali Urang Jehe;
2.5. Kenegerian Salak;
2.6. Kenegerian Ulu Merah dan Salak Penanggalan;

3. Onder Districk Van Karo Kampung, meliputi 5 (lima) Kenegerian, yakni :
3.1. Kenegerian Lingga (Tigalingga);
3.2. Kenegerian Tanah Pinem;
3.3. Kenegerian Pegagan Hilir;
3.4. Kenegerian Juhar Kedupan Manik;
3.5. Kenegerian Lau Juhar.

C. Masa Pemerintahan Penduduk Jepang
Setelah jatuhnya Hindia Belanda atas pendudukan Dai Nippon, maka pemerintahan Belanda digantikan oleh Militerisme Jepang. Secara umum pemerintahan Bala Tentara Jepang membagi wilayah Indonesia dalam 3 bagian yaitu :
  1. Daerah yang meliputi Jawa, berada di bawah kekuasaan Angkatan Darat yang berkedudukan di Jakarta;
  2. Daerah yang meliputi pulau Sumatera, berada di bawah kekuasaan Angkatan Darat yang berkedudukan di Tebing Tinggi;
  3. Daerah � daerah selebihnya berada di bawah kekuasaan Angkatan Laut yang berkedudukan di Makassar.
Pada masa itu pemerintahan Jepang di Dairi memerintah cukup kejam dengan menerapkan kerja paksa membuka jalan Sidikalang sepanjang lebih kurang 65 km, membayar upeti dan para pemuda dipaksa masuk Heiho dan Giugun untuk bertempur melawan Militer Sekutu.
Pada masa Pemerintahan Jepang pada dasarnya tidak terdapat perubahan prisipil dalam susunan Pemerintahan di Dairi. Karena tidak berubah susunan/struktur Pemerintahan di Dairi, tetapi mengganti jabatan lama, antara lain yaitu :
  • Demang diganti menjadi GUNTYO
  • Asisten Demang diganti menjadi HUKU GUNTY
  • Kepala Negeri diganti menjadi BUN DANYTO
  • Kepala Kampung diganti menjadi KUNTYO
Hal yang menarik dalam pengaturan tingkat Pemerintahan pada masa penjajahan Jepang adalah wilayah/Daerah Propinsi dihapus dan wilayah Keresidenan tingkatan yang tertinggi. Nama wilayah juga diganti dengan bahasa Jepang yaitu :
  • Keresidenan, diganti menjadi Syuu dan residen disebut Syuu-Co
  • Kabupaten, diganti menjadi Ken dan Bupati disebut Ken-Co
  • Kewedanaan, diganti menjadi Gun dan Wedana disebut Gun-Co
  • Kecamatan, diganti menjadi Son dan Camat disebut Son-Co
D. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
Setelah kemerdekaan diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, maka pasal 18 UUD 1945 menghendaki dibentuknya Undang-Undang yang mengatur tentang Pemerintahan Daerah, sehingga sebelum Undang-Undang tersebut dibentuk oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dalam rapatnya tanggal 19 Agustus 1945 menetapkan Daerah Republik Indonesia untuk sementara dibagi atas 8 (delapan) Propinsi yang masing-masing dikepalai oleh seorang Gubernur. Daerah Propinsi dibagi dalam Keresidenan yang dikepalai seorang Residen. Gubernur dan Residen dibantu ileh Komite Nasional Daerah.
1. Berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945
Mengingat keadaan pada masa tersebut Belanda masih ingin menjajah kembali di Indonesia, sementara Undang-Undang belum dibentuk, maka dikeluarkanlah Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945 tentang pemberian kekauasaan legislative kepada Komite Nasional Indonesia Pusat, untuk mempertegas kedudukannya yang pada waktu dianggap sebagai Dewan Perwakilan Rakyat. Sehubungan dengan dikeluarkannya Maklumat Wakil Presiden No. X tersebut maka kedudukan Komite Nasional Daerah pun perlu ditegaskan. Untuk keperluan inilah maka dikeluarkan Undang-Undang No. 1 tahun 1945 tentang kedudukan Komite Nasional Daerah.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1945, maka di Dairi dibentuk Komite Nasional Daerah untuk mengatur Pemerintah dalam mengisi Kemerdekaan dengan susunan sebagai berikut :

Ketua Umum : Jonathan Ompu Tording Sitohang
Ketua I : Djauli Manik
Ketua II : Noeh Hasibuan
Ketua III : Raja Elias Ujung
Sekretaris I : Tengku Lahuami
Sekretaris II : Gr. Gindo Muhammad Arifin
Bendahara I : Mula Batubara
Bendahara II : St. Stepanus Sianturi
Untuk melengkapi dan menampung aspirasi rakyat Dairi, dipulih pula anggota komisi sebanyak 35 orang yang tersebar di Daerah Dairi dan setiap Kewedanaan dibentuk pula pembantu Komite Nasional Daerah.
Tugas utama dari Komite Nasional Daerah adalah :
1. Mempersiapkan pemilihan Dewan Negeri;
2. Menyelesaikan Pemilihan Kepala Kampung;
3. Membentuk Pemerintahan dan Badan Perjuangan;
2. Masa Agresi Militer I
Pada masa Agresi Militer pertama yakni tanggal 6 Juli 1947 Belanda telah menguasai Sumatera Timur sehingga masyarakat Dairi yang berada di sana mengungsi kembali ke Dairi. Untuk menyelenggarakan Pemerintahan serta menghadapi perang melawan Agresi Belanda, maka Residen Tapanuli saat itu Dr. Ferdinand Lumbantobing, selaku Gubernur Militer Sumatera Timur dan Tapanuli, menetapkan Residen Tapanuli menjadi empat (4) Kabupaten yaitu :
1. Kabupaten Dairi;
2. Kabupaten Toba Samosir;
3. Kabupaten Humbang;
4. Kabupaten Silindung.
Berdasarkan surat Residen Tapanuli Nomor 1256 tanggal 12 September 1947, maka ditetapkanlah PAULUS MANURUNG sebagai Kepala Daerah Tk. II pertama di Kabupaten Dairi yang berkedudukan di Sidikalang, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 1947 (catatan : hari bersejarah ini berdasarkan kesepakatan pemerintah dan masyarakat kelak dikukuhkan sebagai hari jadi Kabupaten Dairi, melalui Keputusan DPRD Kab. Dati II Dairi Nomor 4/K-DPRD/1997 tanggal 26 April 1977).
Kabupaten Dairi saat itu dibagi menjadi tiga (3) Kewedanaan yaitu :
1) Kewedanaan Sidikalang dipimpin oleh J.O.T Sitohang. Kewenangan Sidikalang dibagi atas 2 (dua) kecamatan, yaitu:
a. Kecamatan Sidikalang, dipimpin oleh Tahir Ujung
b. Kecamatan Sumbul, dipimpin oleh Mangaraja Lumbantobing
2) Kewedanaan Simsim, dipimpin oleh Raja Kisaran Massy Maha. Kewedanaan Simsim dibagi atas 2 (dua) kecamatan, yaitu :
a. Kecamatan Kerajaan, dipimpin oleh Raja Kisaran Massy Maha
b. Kecamatan Salak, dipimpin oleh Poli Karpus Panggabean
3) Kewedanaan Karo Kampung, dipimpin oleh Gading Barklomeus Pinem. Kewedanaan Karo Kampung, dibagi atas dua (2) kecamatan, yaitu :
a. Kecamatan Tigalingga, dipimpin oleh Ngapid Dapid Tarigan
b. Kecamatan Tanah Pinem, dipimpin oleh Johannes Pinem
3. Masa Agresi Militer II
Pada Masa Agresi Militer II Belanda, maka hampir seluruh wilayah Indonesia dapat dikuasai kembali oleh Belanda, demikian juga halnya di Dairi bahwa pada tanggal 23 Desember 1948 Belanda telah berhasil menduduki Kota Sidikalang dan Tigalingga, sehingga saat itu Kepala Daerah Tk. II Dairi, Paulus Manurung menyerah sedangkan sebagian besar masyarakat serta Pegawai Pemerintah mengungsi dari Kota Sidikalang untuk menghindari serangan Belanda.
Untuk menyusun strategi melawan Agresi Belanda, maka Mayor Selamat Ginting selaku komandan sektor III sub teritorium VII memanggil Gading Barklomeus Pinem dan J.S. Meliala ke Kampung Jandi Tanah Karo. Berdasarkan surat perintah komandan sektor III sub teritorian VII tanggal 11 Januari 1949 Nomor 2/PM/1949 diangkatlah G.B.Pinem sebagai Kepala Pemerintahan Militer di Dairi dan J.S Meliala sebagai Sekretaris.
Untuk lebih menyempurnakan Pemerintahan Militer menghadapi Agresi Belanda maka Dairi dimekarkan dari 6 (enam) Kecamatan menjadi 12 (dua belas) Kecamatan.
Menjelang penyerahan (baca : pengakuan) kedaulatan wilayah Indonesia oleh Belanda, maka Pemerintah Militer di Dairi kembali ke Pemerintahan Sipil. Sebagai Kepala Pemerintahan Dairi adalah Raja Kisaran Massy Maha yang kemudian digantikan oleh Jonathan Ompu Tording Sitohang pada tanggal 10 Desember 1949. Pada masa tersebut Wilayah Kecamatan di Kabupaten diciutkan dari 12 (dua belas) Kecamatan menjadi 8 (delapan) Kecamatan, yaitu :
1. Kecamatan Sidikalang, ibukotanya Sidikalang dipimpin oleh Asisten Wedana, M. Bakkara;
2. Kecamatan Sumbul, ibukotanya Sumbul dipimpin oleh Wedana, Bonipasius Simangunsong;
3. Kecamatan Salak, ibukotanya Salak dipimpin oleh Asisten Wedana, Poli Karpus Panggabean;
4. Kecamatan Kerajaan, ibukotanya Sukaramai dipimpin oleh Asisten Wedana, Wal Mantas Habeahan;
5. Kecamatan Tiga Lingga, ibukotanya Tigalingga dipimpin oleh Asisten Wedana, Gayur Silaen;
6. Kecamatan Tanah Pinem, ibukotanya Kuta Buluh dipimpin oleh Asisten Wedana, Ngapid David Tarigan;
7. Kecamatan Silima Pungga-Pungga, ibukotanya Parongil dipimpin oleh Asisten Wedana Alex Sitorus;
8. Kecamatan Siempat Nempu, ibukotanya Buntu Raja dipimpin oleh Asisten Wedana, Urbanus Rajagukguk.
Setelah situasi dan kondisi kembali normal dari pergolakan Agresi Militer dengan adanya pengakuan kedaulatan, maka sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 yaitu Undang-Undang pokok tentang Pemerintahan Daerah yang sebenarnya telah mulai berlaku sejak diumumkan pada tanggal 1 April 1950, Kabupaten Dairi menjadi bagian dari wilayah hokum Kabupaten Tapanuli Utara.
Akan tetapi berhubung pemulihan Pemerintahan RI akan terjadi, K.M. Maha dipanggil Residen Tapanuli ke Sibolga dan tidak kembali lagi melaksanakan tugas sebagai Kepala Pemerintahan Militer Kabupaten Dairi, sehingga J.O.T. Sitohang diangkat menjadi Kepala Daerah Tk. II Dairi.
Perubahan struktru Pemerintahan setelah penyerahan kedaulatan Republik Indonesia serta pemulihan keamanan bahwa Kecamatan tetap 8 (delapan), Kewedanaan dihapus, Kenegerian dan Kampung berjalan sebagaimana biasa.
4. Masa Pemberontakan PRRI
Kemudian peristiwa terjadi pada tahun 1958, karena timbulnya peristiwa pemberontakan PPRI yang mengakibatkan terputusnya hubungan antara Sidikalang (Dairi) dengan Tarutung sebagai ibukotanya Tapanuli Utara. Atas kondisi rawan tersebut, maka untuk menjaga kevakuman Pemerintahan oleh Gubernur KDH Tingkat I Sumatera Utara dengan suratnya Nomor 656/UPS/1958 tanggal 28 Agustus 1958 mengambil kebijakan penting dalam Pemerintahan dengan menetapkan Daerah Dairi menjadi Wilayah Administratif yaitu ; Coordinator Schaap, yang secara langsung berurusan dengan Propinsi Sumatera Utara. Untuk mengisi Coordinator Schaap Pemerintahan di Dairi dihunjuk sebagai pimpinan adalah Nasib Nasution (Pati pada Kantor Gubernur Sumatera Utara), dan tidak begitu lama diangkatlah Djauli Manik sebagai Schaap Pemerintahan Dairi.
5. Perjuangan Pembentukan Daerah Otonom
Sejak tahun 1958, aspirasi masyarakat Dairi untuk memperjuangkan Daerahnya sebagai Kabupaten yang Otonom tetap tumbuh berkembang dengan mengutus pertama Tokoh masyarakat ke Jakarta untuk menyampaikan hasrat dimaksud agar disetujui. Aspirasi dan tuntutan tersebut terus berkembang sampai tahun 1964 dan saat itu tokoh masyarakat, Mengantar Dairi Solin, dkk diutus dan berangkat ke Jakarta untuk memperjuangkannya di Departemen Dalam Negeri. Akhirnya pertimbangan persetujuan pemerintah pusat c.q Menteri Dalam Negeri saat itu Bpk. Sanusi Hardjadinata yang pada tahun itu menyetujui Daerah Otonom Kabupaten yang terpisah dari Kabupaten Tapanuli Utara.
Dalam situasi tersebut dikeluarkan Undang-Undang darurat yaitu Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang (PERPU) Nomor. 4 tahun 1964 tanggal 13 Pebruari 1964 tentang pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Dairi dan pemilihan Bupati yang Defenitif, maka diangkatlah Rambio Muda Aritonang sebagai pejabat Bupati KDH Dairi setelah beliau selesai menyusun Anggota DPRD sebanyak 20 orang, dilanjutkan dengan pemilihan Bupati.
Saat itulah terpilih Mayor Raja Nembah Maha, yang memperoleh suara terbanyak menjadi Bupati KDH Tingkat II Dairi dan Wal Mantas Habeahan terpilih sebagai Sekretaris Daerah.
Kemudian oleh Pemerintah Pusat dan DPR RI, ditetapkanlah Undang-Undang Nomor.15 Tahun 1964 tentang pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Dairi (sebagai Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1964).
Peresmian Kabupaten Daerah Tingkat II Otonom dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara oada tanggal 2 Mei 1964 bertempat di Gedung Nasional Sidikalang.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1964 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Dairi, yang berlaku surat mulai tanggal 1 Januari 1964, maka wilayah Kabupaten Dairi pada saat pembentukannya terdiri dari 8 (delapan) Kecamatan yaitu:
1. Kecamatan Sidikalang, ibukotanya Sidikalang;
2. Kecamatan Sumbul, ibukotanya Sumbul;
3. Kecamatan Tigalingga, ibukotanya Tigalingga;
4. Kecamatan Tanah Pinem, ibukotanya Kutabuluh;
5. Kecamatan Salak, ibukotanya Salak;
6. Kecamatan Kerajaan, ibukotanya Sukarame;
7. Kecamatan Silima Pungga-Pungga, ibukotanya Parongil;
8. Kecamatan Siempat Nempu, ibukotanya Bunturaja;
6. Berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974
Pada masa berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, maka telah ditetapkan dalam pasal 75 bahwa pembentukan, Nama, Batas, Sebutan, Ibukota Wilayah Administratif (termasuk Kecamatan) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Proses pembentukan Kecamatan diatur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 138-210 tahun 1982 tanggal 3 Maret 1982 tentang Tata Cara Pembentukan Kecamatan dan Perwakilan Kecamatan maupun Surat Edaran Mendagri Nomor 138/2603/PUOD tanggal 7 Juli 1981, Perihal; Prosedur Penyelesaian masalah pembentukan Wilayah Kecamatan.
Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk, meningkatkan kegiatan pembangunan dan semakin bertambahnya volume tugas Pemerintahan, maka wilayah Kabupaten Dairi dari 8 (delapan) Kecamatan agar dibentuk 4 (empat) Perwakilan Kecamatan baru sebagai pemekaran dari 4 (empat) Kecamatan yaitu:
  1. Perwakilan Kecamatan Parbuluan dengan ibukotanya Sigalingging, sebagai pemekaran dari Kecamatan Sidikalang;
  2. Perwakilan Kecamatan Pegagan Hilir dengan ibukotanya Tigabaru, sebagai pemekaran dari Kecamatan Tinga Lingga;
  3. Perwakilan Kecamatan Siempat Nempu Hulu dengan ibukotanya Silumboyah, sebagai pemekaran dari Kecamatan Siempat Nempu;
  4. Perwakilan Kecamatan Siempat Nempu Hilir dengan ibukotanya Sopo Butar, sebagai pemekaran dari Kecamatan Siempat Nempu.
Sesuai dengan Surat Persetujuan Menteri Dalam Negeri Nomor 138/579/PUOD tanggal 7 Pebruari 1985 perihal Pembentukan Perwakilan Kecamatan di Provinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara, maka ditetapkanlah Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 138/1373/K/THN 1985 tanggal 25 Maret 1985 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Dairi. Peresmian 4 (empat) Perwakilan Kecamatan tersebut dilaksanakan tanggal 25 Mei 1985 oleh pembantu GUBSU Wilayah II yang dipusatkan di Sigalingging ibukota Perwakilan Kecamatan Parbuluan.
Dalam rangka pembinaan dan pengawasan di Wilayah Kecamatan/Perwakilan Kecamatan, maka dibentuklah 2 (dua) Kantor Pembantu Bupati KDH Tk. II Dairi berdasarkan Keputusan Dalam Negeri No. 136.22-310 tanggal 9 April 1985 tentang Pembentukan Wilayah kerja Pembantu Bupati KDH Tk.II Dairi dalam Wilayah Provinsi Dati I Sumatera Utara dan Keputusan Gubernur KDH Tk.I Sumatera Utara Nomor 061.1 � 2384 tentang pembentukan pembantu Bupati KDH Tk.II Dairi Wilayah I dan II.
Adapun pembagian Wilayah pembantu KDH Tk.II saat itu adalah sbb:
A. Wilayah I yang berpusat di Sumbul, terdiri dari :
1. Kecamatan Sidikalang
2. Kecamatan Sumbul;
3. Kecamatan Salak;
4. Kecamatan Kerajaan;
5. Perw. Kecamatan Parbuluan
B. Wilayah II yang berpusat di Tigalingga, terdiri dari :
1. Kecamatan Tigalingga;
2. Kecamatan Tanah Pinem;
3. Kecamatan Silima Pungga-Pungga;
4. Kecamatan Siempat Nempu;
5. Perw. Kecamatan Siempat Nempu Hulu;
6. Perw. Kecamatan Siempat Nempu Hilir;
7. Perw. Kecamatan Pegagan Hilir;
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1991 tanggal 7 September tahun 1991, maka perwakilan Kecamatan Parbuluan dipisahkan dan ditingkatkan statusnya menjadi Kecamatan yang Definitif dan diresmikan oleh Gubernur KDH Tk.I Sumatera Utara tanggal 30 Oktober 1991 di Sigalingging.
Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1992, tanggal 13 Juli 1992, maka Perwakilan Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Siempat Nempu Hulu dan Pegagan Hilir ditetapkan menjadi Kecamatan Defenitifd dan diresmikan secara terpusat oleh Gubernur KDH Tk.I Sumatera Utara pada tanggal 19 Oktober 1992 di Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara.
7. Berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999
Setelah pemberlakuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka sesuai ketentuan pasal 66 ayat (6) bahwa pembentukan Kecamatan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Dengan mempedomani Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2000 tentang pedoman Pembentukan Kecamatan, maka menyikapi Aspirasi masyarakat yang telah lama tumbuh dan berkembang di Kecamatan Silima Pungga-Pungga dan Kecamatan Salak dibentuklah 2 (dua) Kecamatan baru di Kabupaten Dairi yaitu Kecamatan Lae Parira, sebagai pemekaran dari Kecamatan Silima Pungga-Pungga dan Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, sebagai pemekaran dari Kecamatan Salak, kedua kecamatan ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 33 Tahun 2000 tentang pembentukan Kecamatan Lae Parira dan Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe.
Mengawali berlakunya Otonomi Daerah Kabupaten Dairi telah diresmikan secara definitive pembentukan 2 (dua) kecamatan baru tersebut yaitu Kecamatan Lae Parira yang diresmikan Bupati Dairi pada tanggal 13 Pebruari 2001 di Lae Parira (ibukota Kecamatan Lae Parira) dan Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, yang diresmikan pada tanggal 15 Pebruari 2001 di Sibande (ibukota Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe).
Selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Dairi Nomor 15 tahun 2002 tentang pembentukan Kecamatan Berampu dan Kecamatan Gunung Sitember, maka Bupati Dairi meresmikan Kecamatan Gunung Sitember, tanggal 11 Maret 2003 di desa Gunung Sitember (ibukota kecamatan). Dan meresmikan Kecamatan Berampu pada tanggal 10 April 2003 di Desa Berampu (ibukota Kecamatan).
8. Pembentukan Kabupaten Pakpak Bharat
Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 9 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumut (lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 29, tambahan lembaran Negara Nomor 4272), maka telah ditetapkan wilayah Kabupaten Pakpak Bharat yang terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan yaitu ;
1. Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe
2. Kecamatan Kerajaan
3. Kecamatan Salak
Peresmian Kabupaten Pakpak Bharat serta pelantikan Pejabat Bupati Pakpak Bharat Drs. Tigor Solin, dilaksanakan pada hari Senin tanggal 28 Juli 2003 di Medan oleh Mendagri, Hari Sabarno.
Pada tanggal 1 Juni 2004 melalui Sidang Paripurna DPRD Kab. Dairi ditetapkanlah Peraturan Daerah Kabupaten Dairi Nomor 6 tahun 2004 tentang pembentukan Kecamatan Silahisabungan sebagai hasil pemekaran dari Kecamatan Sumbul. Kecamatan Silahisabungan diresmikan Bupati Dairi (DR. M.P. Tumanggor) tanggal 14 Juli 2004 di Silalahi.
Tanggal 31 Agustus 2005 melalui Sidang Paripurna DPRD Kab. Dairi ditetapkan pada Perda Kab. Dairi No.6 tahun 2005 tentang Pembentukan Kel. Panji Dabutar hasil Pemekaran dari Kel. Batang Beruh, dan Perda No. 7 Tahun 2005 tentang Pembentukan Kec. Sitinjo yang merupakan hasil dari Pemekaran dari Kec. Sidikalang. Kecamatan Sitinjo diresmikan pada tanggal 14 September 2005 oleh Bupati Dairi (DR. M.P. Tumanggor).
Sampai bulan Desember 2009, wilayah Kabupaten Dairi terbagi atas : 15 Kecamatan, 8 kelurahan dan 161 desa.
1. Kecamatan Sidikalang, ibukotanya Sidikalang;
2. Kecamatan Sumbul, ibukotanya Sumbul;
3. Kecamatan Silima Pungga-Pungga, ibukotanya Parongil;
4. Kecamatan Siempat Nempu, ibukotanya Buntu Raja;
5. Kecamatan Tigalingga, ibukotanya Tigalingga;
6. Kecamatan Tanah Pinem, ibukotanya Kuta Buluh;
7. Kecamatan Parbuluan, ibukotanya Sigalingging;
8. Kecamatan Pegagan Hilir, ibukotanya Tigabaru;
9. Kecamatan Siempat Nempu Hulu, ibukotanya Silumboyah;
10. Kecamatan Siempat Nempu Hilir, ibukotanya Sopo Butar;
11. Kecamatan Lae Parira, ibukotanya Lae Parira;
12. Kecamatan Gunung Sitember, ibukotanya Gunung Sitember;
13. Kecamatan Berampu, ibukotanya Berampu;
14. Kecamatan Silahisabungan, ibukotanya Silalahi;
15. Kecamatan Sitinjo, ibukotanya Sitinjo.