HUTA

HORAS TONDI MADINGIN, PIR TONDI MATOGU
Tampilkan postingan dengan label namarragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label namarragam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juli 2013

"Ro Tulang"

Ini adalah status FB amangboru Suhunan Situmorang 9 Juli 2013:

Mungkin bagi orang Batak yg masih kesulitan menemukan secuil makna dari aturan dan hubungan kekerabatan masyarakat Batak--dan itu berasal dari kaedah adat--akan menganggap hal-hal sederhana ini tak masuk akal, absurd, unfair, useless. Bagi orang Batak, Tulang (saudara atau kerabat lelakinya ibu), menempati posisi tinggi. Tak boleh sembarangan diperlakukan. Penghormatan maksimal hrs diberikan pd mereka yg berkedudukan Tulang. Tak terbatas pd Tulang kandung, yg semarga dng Tulang pun hrs diperlakukan begitu.

Karenanya, menjadi kebanggaan bagi seseorang bila bisa membuat Tulang-nya senang, dan perlakuan itu relatif, bukan krn pemberian uang, atau jamuan yg dipenuhi aneka makanan enak. Orang bersahaja atau miskin sekali pun bisa melakukan penghormatan pd Tulang-nya--dan si Tulang merasa senang. Sambutan baik dan antusiasme menyambut Tulang bahkan bisa melebihi pemberian makanan yg melimpah atau materi bernilai komersil. Soal cara dan ketulusan memperlakukan Tulang agaknya yg terutama.

Keponakan Tulang yg disebut Bere, lazimnya memiliki kedekatan batin dng Tulang. Lebih intim, lebih kental hubungan emosional. Tulang adalah sandaran diri, selain orangtua. Tulang adalah pula tempat mengadu, curhat, bahkan minta bantuan. Bila seseorang bermasalah atau dimarahi orangtuanya, dia bisa mengadu pd Tulang-nya--dan orangtuanya, setelah tahu, biasanya akan gentar, walau akan menyampaikan semacam pleidoi, pembelaan diri, atau justifikasi atas tindakan memarahi si anak.

Anak-anak Tulang (pria) pun sama sederajat dng Tulang, tak boleh diperlakukan main-main apalagi dilecehkan. Pantang. Namun, dng boru-nya Tulang, hubungan itu lebih cair, bebas bercanda atau menggoda. Canda atau guyon dng boru-nya Tulang malah dianggap lazim bila "menjurus." Boru-nya Tulang yg juga disebut Pariban itu memang berdasarkan sistem adat, "milik" lelaki yg menjadi Bere bapaknya, kendati tak absolut. Idealnya, perkawinan dlm masyarakat Batak, menikah dng boru-nya Tulang (bagi pria) atau dng anaknya Namboru (bagi wanita). Tak usah dulu persoalkan bhw itu tak baik dari sisi medis atau genetika, yg jelas itulah model perkawinan yg dianggap ideal bagi masyarakat adat Batak. Perkawinan eksogami.

Faktanya, tak banyak yg bisa melakukan pernikahan dng boru-nya Tulang atau dng anaknya Namboru. Selain keterbatasan "stok," ketidakcocokan, minim ketertarikan, atau krn lebih sreg dng wanita atau pria lain--yg bukan boruni Tulang atau anakni Namboru. Dan, adat Batak yg kian sering dikecam krn dianggap memberatkan, rumit, dan useless itu, cukup moderat. Meski akhirnya menikah dng perempuan yg bukan boru-nya Tulang, orangtua perempuan tsb akan otomatis diposisikan: Tulang. Perlakuan pd Tulang (the existing) dng mertua yg berasal dari marga lain, bukan marga Tulang, akan serta-merta mengikut. Pihak pria (dongan sabutuha) akan memanggil dan memperlakukan pihak perempuan: hula-hula.

Karena itulah tradisi permisi dan minta restu dari Tulang dilakukan orangtua yg hendak menikahkan anak lelakinya, bila mau menikahi gadis dari marga lain. Dahulu, tradisi tsb dilakukan pd semua anak lelaki yg hendak menikah dan tdk pada boruni Tulang, sekarang, cukup diwakili anak pertama krn alasan "efisiensi," repot, atau krn domisili Tulang yg jauh. Padahal, bila dipahami dng benar, setiap anak lelaki memiliki "baringin" atau eksistensi, meski tetap terikat dng orangtua dan klan/marga dlm hajatan adat dan relasi sosial dng marga lain.

Tulang, bagi yg masih hormat pd kaedah-kaedah adat dan menganggap itu bernilai penting, diibaratkan pemberi sebelah langit (sabola langit). Alamak! Sebelah langit? Ya. Doa yg dipanjatkan Tulang (itu sebenarnya yg dimaksudkan dng "pasupasuni Tulang," yg kemudian disalahartikan para penentang adat, yg begitu sempit memaknai keluhuran hubungan manusia yg saling mengasihi) kpd Tuhan yg dipercaya, malah diyakini lbh dahsyat dibanding doa yg diluncurkan orangtua.

Keyakinan tsb tak bisa dipaksakan, tentu saja. Setiap orang berhak memaknai apa saja, termasuk perlu tidaknya mengikuti tata-aturan adat-istiadat. Yg tak patut adalah bila krn keyakinannya yg antiadat atau krn gagal memetik manfaat yg abstrak dari nilai-nilai adat, lantas menghujati adat dan orang-orang yg masih patuh. Sikap macam itu justru cerminan kepicikan, bahkan antidemokrasi, dan menyangkal budi pekerti (utk tak mengatakan keluhuran) yg sampai kapan pun akan dibutuhkan manusia beradab.

Tulang, bagi kami anak-anak orangtuaku, memang telah berfungsi sbg "pemberi sebelah langit." Tanpa peran atau bantuan Tulang, dahulu, mungkin anak-anak orangtuaku tak akan bisa mencapai yg lebih berarti. Tulang kamilah yg menyekolahkan anak sulung ayah-ibuku, disekolahkan di akademi militer di Magelang, lalu selanjutnya jadi pembuka jalan bagi adik-adiknya.

Aku punya lima Tulang, namun hanya sempat mengenal dan dekat dng tiga Tulang. Dua lagi meninggal saat aku masih kanak, dan satu amat berperan penting memajukan anak-anak orangtuaku, seorang militer yg meninggal krn sakit di usia 47 thn yg kini terbaring di TMP Kalibata, Jakarta. Semasa ibuku masih ada dan bila datang ke Jakarta, ia tak lupa mengajak salah satu kami menziarahi makam tsb. Ketika aku hendak menikah, ia pun membawaku ke rumah satu Tulang yg saat itu bermukim di Jakarta tapi kemudian kembali ke kota asalnya, Pardagangan, Sumut.

Dulu ibu begitu antusias manakala Tulang datang, "Ro Tulang...," ucapnya dng wajah berbinar.

Tulang kami yg lima itu memanb pemberi "sabola langit" pd kami, dan itu sering kujadikan testimoni, termasuk di kalangan Situmorang.

(Selain Tulang Nainggolan, orangtua kami pun mengigatkan kami semua anaknya agar memperlalukan Sinaga, Tulang-nya bapak, dan Lumbantoruan yg menurunkan trah kami dan dahulu kala dibuat perjanjian atau padan bhw kami akan tetap "ber-tulang-kan" semua Lumbantoruan, agar menaruh hormat yg sama).

Tulang adalah pula "pangunsandean" (sandaran), "hau nabolon" (pohon besar nan rindang), yg semestinya memberi kebanggaan pd diri Tulang. Kadang aku merasa bersalah krn merasa tak cukup layak memperlakukan Tulang, dan mungkin pula dlm posisiku sbg Tulang belum cukup tepat bagi Bere-bere, belum melakukan yg seharusnya dilakukan atau perlihatkan Tulang.

Horasma di hita saluhut.

Senin, 06 Mei 2013

NASIHAT IBU KEPADA PUTRINYA


CANTIK & INDAH DALAM KEHIDUPAN

Suatu pagi seorang anak gadis berkata pada Ibunya: 

Ibu, ibu selalu terlihat cantik. Aku ingin seperti ibu, beritahu aku caranya..

Dengan tatapan lembut & senyum haru, sang Ibu menjawab :

Anakku, 
Untuk Bibir yang menarik,
ucapkanlah perkataan yang baik
Untuk pipi yang lesung,
tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapapun
Untuk mata yang indah menawan, 
lihatlah selalu kebaikan orang lain... 
Untuk tubuh yg langsing, 
sisihkanlah makanan untuk yang membutuhkan.
Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuatkan orang kepadamu.
Untuk wajah putih bercahaya, 
bersihkanlah kotoran batin

Anakku..
Janganlah sombong akan kecantikan fisik karena itu akan pudar oleh waktu. 
Tapi Kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian..

Jika kita benar, maka kita tidak perlu marah.
Jika kita salah, maka kita wajib minta maaf.

Janganlah terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa air mata.
Jangan juga terlalu menguatirkan masa depan, karena hal itu akan membawa ketakutan.
Jalankan yang saat ini dengan senyuman & rasa syukur karena hal itu akan membawa keceriaan & sukacita di hati.

Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kita pedih atau lebih baik.
Setiap masalah yg timbul bisa menguatkan atau menghancurkan hati kita.
Pilihan ada di tangan kita apakah kita akan memilih menjadi pecundang atau pemenang.

Hal-hal yg indah tidak selalu baik, 
tapi hal-hal yang baik akan selalu indah...

Sabtu, 20 April 2013

10 Tombol Tersembunyi di Facebook

Halo!
Sobat :)

 
Pasti sebagian besar dari kita sudah punya akun facebook, atau kalaupun tidak punya pasti dah pernah mendengar facebook tersebut. Namun sementara yang admin tau tentang tombol tersembunyi ini hanya bisa digunakan di Komputer PC.

Dibawah ini adalah tombol-tomboh rahasia facebook

shift + alt + 1 = home

shift + alt + 2 = profile

shift + alt + 3 = permintaan pertemanan

shift + alt + 4 = pesan

shift + alt + 5 = pemberitahuan

shift + alt + 6 = edit account

shift + alt + 7 = settings privasi

shift + alt + 8 = penggemar facebook

shift + alt + 9 = statement of rights and responsibilities

shift + alt + 0= pusat bantuan

Tips Cepat Mendapat Pekerjaan Setelah Lulus Kuliah

Halo!
Sobat  :)

Siapa sih yang tidak ingin setelah lulus kuliah langsung dapet kerja? Pasti tidak ada kan yang menginginkan tuk jadi seorang pengangguran?Namun pada kenyataannya saat ini banyak diantara mahasiswa-mahasiswa setelah selesai melalui proses studi dan memperoleh gelar sarjana banyak diantara mereka yang justru mengalami nasib yang sangat-sangat kurang menguntungkan.

Alih-alih nasib mereka yang kurang menguntungkan, ternyata mereka juga belum cakap atau belum mempunyai kompetensi yang cukup memadai.Selain itu belum adanya budaya kerja yang tertanam dalam benak mahasiswa sehingga masih terbiasa dengan kebiasaan bermalas-malasan.Nah,berikut ini ada beberapa tips supaya sebagai alumni mahasiswa baru cepat mendapat pekerjaan dan terhindar dari status pengangguran.

1.Miliki pengetahuan teknik wawancara pekerjaan. Buku dan artikel tentang hal ini bisa kita dapatkan di toko buku ataupun di internet. Jangan khawatir mengenai biaya, karena banyak sekali artikel tentang teknik wawancara bisa didapat dengan gratis melalui internet.

2.Setahun sebelum perkiraan lulus kuliah, melamarlah untuk beberapa pekerjaan yang diminati, katakan didalam surat lamaran, bahwa saat ini kamu masih kuliah, namun dalam persiapan menyusun skripsi. Cari juga beberapa lowongan kerja yang mungkin cocok untuk
kamu.

3.Saat melamar, jika calon pemberi kerja (perusahaan) mensyaratkan untuk mengirimkan berkas lamaran melalui pos, maka sebaiknya hanya menyertakan surat lamaran dan Curriculum Vitae (CV) atau riwayat hidup saja. Katakan didalam surat lamaran bahwa dokumen lainnya termasuk foto copy KTP akan diberikan menyusul. Tujuan dari hal ini adalah semata-mata untuk menghemat biaya melamar
kamu.

4.Untuk pekerjaan atau jabatan yang tidak harus memiliki latar belakang pendidikan khusus, seperti dokter, akuntan, arsitek atau engineer, maka walaupun calon pemberi kerja (perusahaan) telah mensyaratkan latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan kamu, jangan “takut” untuk tetap melamar.

5.Upayakan memiliki pengalaman kerja semasa
kamu kulian, walaupun hanya berupa praktek kerja, atau pekerjaan paruh waktu, dan cantumkam pengalaman kerja ini dalam CV
kamu.

6.Aktivitas berorganisasi perlu juga disertakan saat menuliskan CV, sebab biasanya aktivitas organisasi banyak memberi kematangan dalam berinterkasi dan berkomunikasi yang tentunya dibutuhkan juga dalam dunia kerja. Mungkin saya juga bisa memberikan salah satu solusi yang paling baik adalah kita mulai dengan bisnis.

Nah,itulah beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan supaya kita dapat dengan mudah memperoleh pekerjaan setelah lulus kuliah.Jangan sampai kita setelah lulus kuliah justru menghadapi sebuah kenyataan pahit dengan tidak memperoleh pekerjaan.Pengangguran adalah sesuatu momok yang sangat menakutkan lagi menyakitkan untuk kita semua.