HUTA

HORAS TONDI MADINGIN, PIR TONDI MATOGU

Jumat, 24 September 2010

Kacamata Bikin Wajah Tampak 3 Tahun Lebih Tua

VIVAnews - Anda sering dianggap berumur lebih tua dari sebenarnya? Hal itu mungkin disebabkan kacamata yang Anda pakai. Menurut survei yang dilakukan London Vision Clinic, kacamata membuat seseorang terlihat lebih tua.

Survei yang dilakukan pada 4.000 orang menemukan, orang yang memakai kacamata terlihat 3,3 tahun lebih tua. Lalu, pada orang yang berusia 45 tahun dan menggunakan kacamata bahkan dianggap lima tahun lebih tua. Responden yang disurvei juga mengungkapkan mereka yang mengenakan kacamata cenderung kutu buku dan jago dalam hal komputer.

Orang berkacamata juga terlihat kurang percaya diri dan lebih mungkin terlihat lemah secara fisik. Penelitian ini meminta responden untuk menganalisis foto-foto 10 orang yang berbeda (terlihat dengan dan tanpa kacamata) dan menebak umur mereka.

"Penelitian ini menarik karena melihat penilaian cepat yang dibuat seseorang tentang orang lain ketika pertama kali melihat," kata psikolog Dr. Glenn Wilson, seperti dikutip dari Stylelist.com

Dr Wilson menambahkan, "Studi ini juga dilakukan pada anak-anak. Seperempat responden mengakui, anak-anak yang memakai kacamata seringkali diolok-olok teman sebayanya."

Agar tidak terlihat tua sebenarnya Anda harus jeli dalam mencari kacamata yang sesuai dengan bentuk wajah dan mata. Pastikan kacamata tidak memperjelas kekurangan wajah dan sebaliknya malah menonjolkan kecantikan wajah Anda.

Rabu, 22 September 2010

Indonesia antara milikmu dan milikku, Mari bersatu Menjadi Indonesia Raya

DEVIDE ET IMPERA INDONESIA !!!
AGAMA LAGI DAN LAGI
**DICAMKAN
Sadarkah Anda bahwa pelecehan kedaulatan Indonesia oleh Malaysia,
Masalah pertikaian antar AGAMA di Indonesia, dll.. ADALAH strategi lama 'devide et impera' yg tak kita sadari.
Let's Flashback!
DUNIA TAU, Indonesia adalah RAKSASA yg tertidur. IA sempat berdiri tegak dgn
kerajaan maritimnya dimasa lampau. Namun sejak kedatangan Belanda, dunia
menidurkan SANG RAKSASA dengan devide et impera atau ADU DOMBA.
Saat itulah Indonesia di adu domba dgn beragam suku yang mulai terpecah belah
agar mudah terkalahkan. Namun ternyata perpecahan itu butuh waktu 350 thn bagi Belanda untuk menguasai. Mengapa Indonesia MERDEKA? Karena tak terkalahkan jika KITA BERSATU
Dimasa modern, devide et impera diterapkan lewat adu domba politik, dunia gempar dgn kecerdasan Habibie, beliau memimpin hanya selama 512 hari namun mengeluarkan Indonesia dari jurang krisis. Beliau turun jabatan dan kecerdasanya dimanfaatkan negara lain.
Mantan menteri keuangan Sri Mulyani dengan prestasinya menghindarkan Indonesia dari krisis finansial 2008 bahkan meraih hasil positif. DUNIA sekali lagi GENTAR.
Adu domba politik yg terjadi mengharapkan Sri Mulyani mundur dan dipilihlah bank dunia. Apakah kamu tidak tersadar? Mengapa Indonesia rela mengusir pejabat terbaiknya?
Lalu mengapa dikatakan devide et impera? Karena sekarang adalah masa2 yg hebat bagi Indonesia. Terhindar dari krisis finansial 2008 membuat DUNIA TERBELALAK. Apalagi skrg pemerintahan
menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,5%.
Dunia ingin sang raksasa cepat ditidurkan kembali, dengan ADU DOMBAnya. Lantas ?
Apakah perang? Kerusuhan? TIDAK, negeri ini telah berada di JALUR yg TEPAT, perang dan kerusuhan hanyalah menguras tenaga, perhatian dan keuangan negara.
Cukup tindakan tegas ! Maka dunia terdiam karena adu domba TELAH GAGAL.
Indonesia adalah bangsa yg CERDAS. Maju terus Indonesia.
Sadarlah bahwa ini SEMUA HANYA SANDIWARA BELAKA, JANGAN TERPROVOKASI.
Sebarkan, Satu Indonesia !

Selasa, 14 September 2010

Stop Global Warming !!!!!!

Ayo kita cegah Global Warming !!!!!

Semua seharusnya udah tau mengenai issue yang satu ini deh. Issue mengenai Global Warming bener-bener lagi mendunia. Dimana-mana menyerukan supaya kita turut serta mencegah global warming. Di semua benua sedang giat-giatnya mengadakan berbagai event untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menggugah orang-orang untuk turut andil dalam aksi global warming ini. Semua beritanya jg ada dimana-mana, di koran, di TV, bahkan sampai ke konser-konser musik menggusung tema yang sama. Nah, yang jadi bahan pertanyaan di kepala saya sekarang adalah apakah kita hanya sekedar tau dan membaca atau menonton berita ttg Global Warming ini tanpa bertindak apa-apa, ataukah kita bener-bener prihatin sama keadaan bumi saat ini dan bener-bener bertekad untuk membantu mencegah terjadinya global warming tersebut ??

Buat yang belum tau mengenai apakah global warming itu, saya coba untuk menceritakan sedikit apa yang saya tau dan yang saya dapetin dari sumber-sumber yang sebenernya ada banyak di internet. Global Warming adalah kondisi dimana perubahan iklim dunia sekarang sudah benar-benar ekstrem. Cuaca dari panas menyengat tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat, badai muncul dimana-mana, dan lain sebagainya, yang intinya pasti tidak menyenangkan dan membuat kekuatiran dimana-mana. Perubahan kondisi alam seperti itu menyebabkan banyak sekali dampak. Paling ekstrem menurut saya adalah naiknya kuantitas air dikarenakan es di kutub yang mulai mencair sedikit demi sedikit. Selain itu juga pastinya menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dan beberapa jenis species hewan di bumi terancam kelangsungan hidupnya (contoh : si beruang kutub yang cute and keren itu kehidupannya sedang terancam banget sekarang). Serem ya ...

Apa sih yang menyebabkan kondisi bumi jadi parah seperti ini ? Sayangnya, hal ini disebabkan oleh manusia sendiri loh, artinya dalam skala kecil ya kita-kita ini biang keladinya. Semakin tinggi teknologi dan kemajuan jaman, ternyata menuntut banyak pengorbanan besar dari alam. Pohon-pohon di hutan ditebangi sampai hutan menjadi gundul, atau hutan-hutan dibakar sehingga hasil pembakarannya menimbulkan gas CO2 yang jumlahnya banyak. Selain itu, kemajuan teknologi dan industri juga menyebabkan jumlah asap pabrik dan asap kendaraan bermotor (baca = CO2) semakin memenuhi atmosfer bumi. Semakin banyaknya jumlah gas CO2 yang berkumpul di atmosfer itu menyebabkan panas matahari yang masuk ke bumi tidak semuanya bisa dipantulkan kembali ke atas, sehingga terjadi efek rumah kaca yang otomatis menyebabkan suhu bumi menjadi lebih panas dan semakin panas dari detik ke detik. Serem gak sih ? Kebayang gak sih kalau bumi ini udah semakin panas ? Jakarta aja sekarang panasnya udah amit-amit, gimana Jakarta di tahun-tahun mendatang ?? Serem !!!

Nah, kalau sudah mengerti apa itu Global Warming dan penyebabnya dan dampaknya buat kita, pertanyaan selanjutnya (seharusnya) adalah bagaimana dan apa yang harus kita lakukan untuk mencegah Global Warming itu ? Pastinya ada hal-hal kecil dan mudah yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dong. Beberapa hal yang dapat kita lakukan tersebut saya ambil dari beberapa website, antara lain :

1. Mengganti lampu neon biasa di rumah dengan lampu fluorescent yang hemat energi.
2. Cek jumlah atau tekanan angin ban kendaraan setiap bulannya biar bensin gak boros gara-gara ban kempes.
3. Cek saringan atau filter udara kendaraan setiap bulannya.
4. Kalau punya mesin cuci piring, hanya menggunakannya kalau cucian piringnya bener-bener udah penuh.
5. Menggunakan kertas-kertas atau material lainnya yang berasal dari bahan recycle.
6. Kalau pakai water heater, diusahakan pemanasnya tidak melebihi 120 derajat Fahrenheit (kalau mau tau celciusnya, itung sendiri ya.. atau barangkali ada yg mau bantu ??)
7. Rajin-rajin bersihin filter AC di rumah.
8. Kalau mandi shower, jangan lama-lama terutama buat yang pake water heater, biar menghemat energi dan biaya dari water heaternya itu loh.
9. Kalau mau belanja sesuatu, belinya di daerah sekitar rumah aja biar menghemat energi dari jarak antara rumah dan toko. Misalnya, kalau ada pasar traditional deket rumah yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, gak usah beli ke carefur yang lebih jauh yang musti naek mobil.
10. Beli barang yang gak menggunakan banyak packaging. Makin sedikit packagingnya, artinya makin sedikit juga sampah yang harus dibakar.
11. Kalau punya uang, beli mobil hybrid --> Indonesia belon ada sih, tapi kalau udah masuk mungkin bisa dijadiin pilihan utama buat yang mau beli mobil.
12. Beli mobil yang irit bahan bakar. Kalau bisa yang 1000 cc kenapa musti pake yang 2500 cc yang artinya makin gede cc nya, makin boros bensin.
13. Kalau mobilnya kosong, napa nggak bareng-bareng sama temen-temen laen yang searah dan setujuan ?
14. Yang punya sepeda bisa ikutan komunitas "Bike to Work", ato yang laen bisa naek kendaraan umum daripada naek mobil pribadi.
15. Jangan kelamaan membiarkan kendaraan dalam kondisi idle. Kalau kena macet parah ato pas di lampu merah, mending mesinnya dimatiin dulu daripada nyala n knalpot ngepul terus.
16. Menanam tanaman dan pohon di rumah. Selain pemandangan jadi asri, udara jg lebih sejuk, dan yang pasti tanaman dan pepohonan akan membantu penyerapan CO2.
17. Ganti barang-barang yang boros energi. Misalnya, kompor yang gasnya boros, mesin cuci yang boros listrik, dll.
18. Daripada pake pengering pakaian, lebih baik pake tali jemuran aja kalau abis cuci baju.
19. Kalau punya alat pemotong rumput, pilih yang manual daripada yang pake listrik. Selain hemat biaya listrik, otot tangan jg jadi tambah kekar tuh.
20. Selalu cabut colokan listrik kalau gak terpakai. Contohnya, kabel TV dicabut kalau udah gak nonton TV lagi, jangan dibiarin aja tetep nempel di colokannya.
21. Beli makanan organik, karena makanan yang mengandung kimia berasal dari pabrik, si penghasil limbah.
22. Kalau pergi ke supermarket, bawa tas kain aja daripada nenteng plastik blanjaannya. Plastik itu bahan yang paling susah direcyle loh.
23. Matiin komputer kalau gak dipake. Lebih hemat energi listrik kalau komputer kita dalam "sleep mode" daripada nyalain screensaver.
24. Jangan sering-sering pergi naek pesawat terbang, karena pesawat terbang paling menghabiskan banyak bahan bakar loh.


Ternyata ada banyak sekali cara buat kita turut berpartisipasi dalam mencegah Global Warming ini. Tingal pilih-pilih mana yang bisa kita lakukan dan lakukanlah dengan konsisten. Saya yakin, kalau semua manusia di bumi membantu dengan hal-hal kecil, bumi masih bisa diselamatkan kok.
Dunia adalah milik kita yang diwariskan oleh leluhur bagi kita, dan akan kita wariskan kembali kepada anak cucu dan generasi berikutnya. Mari menjaganya serawat mungkin. Horas...

Jumat, 03 September 2010

SEDIHMA Br. SILALAHI, PENARI TUJUH CAWAN dari DANAU TOBA

Tarian tujuh cawan merupakan salah satu tarian paling popular dari tanah Batak selain tortor. Tarian ini selau menjadi langganan bagi para pejabat maupun raja-raja pada zamannya. Selain itu tarian tersebut selalu mewakili Sumatera Utara di ajang pagelaran tingkat nasional maupun internasional.
Tapi siapa sangka ternyata tarian tersebut tidak bisa dipelajari sembarangan orang kecuali kalau memang sudah jodoh. Lewat turun temurun, tarian tujuh cawan dianggap sebagai tarian paling unik karena sang penari harus menjaga keseimbangan tujuh cawan yang diletakkan di kedua belah tangan kanan dan kiri tiga serta satu di kepala. “Ini bukan sekedar tari biasa, ini tarian misteri” kata Sedihma Br. Silalahi.

Ibu lima anak ini mengatakan tarian tujuh cawan mengandung arti pada setiap cawannya. Untuk cawan 1 mengandung makna kebijakan, cawan 2 kesucian, cawan 3 kekuatan, cawan 4 tatanan hidup, cawan 5 hukum, cawan 6 adat dan budaya, cawan 7 penyucian atau pengobatan. Kegunaan lain dari tarian ini adalah untuk membuang semua penghalang bagi orang yang hadir disitu, tentunya bagi yang percaya. Biasanya manusia punya kegagalan karna ada penghalang bawaan dari lahir, karma, guna-guna, atau akibat perbuatan sendiri.

Dari segi budaya, tarian ini merupakan tarian spiritual tertinggi di Danau Toba. Sekarang tarian ini juga digunakan untuk pelantikan menteri, walikota, bupati dll. Dari dulu tarian ini sudah menjadi kebanggan di kalangan orang Batak. Tarian ini juga dulunya digelar di opera Batak.
Pada tahun 2003 yang lalu, tarian tujuh cawan mewakili Indonesia di ajang pagelaran seni dan budaya tingkat dunia. Tiap tahun tarian ini selalu mewakili Sumut di ajang seni budaya tingkat nasional maupun internasional.

Sebelum menjadi penari tujuh cawan, Sedihma Br Silalahi bekerja di sebuah salon. Namun pada tahun 1991 lewat sebuah proses, anak bungsu tiga bersaudara ini beralih profesi menjadi panari tujuh cawan. Ia mengaku tidak pernah mempelajari tarian tersebut. Ia mengatakan tarian ini tidak bisa dipelajari, karna kalau dipelajari biasanya air yang ada di cawan bisa tumpah. Tarian ini membutuhkan gerakan yang gesit. Tarian ini didapat dari sebuah proses masuk lewat leluhur (kerasukan) Ratu Danau Toba.
Benar-benar tarian penuh misteri………..
Sumber : Harian Batak Pos (dengan beberapa perubahan)


Bila sobat2 bangso Batak mempunyai artikel / informasi ttg adat budaya Batak, dengan segala kerendahan hati kami mohonkan kesediaannya untuk mengirimkannya ke fb saya untuk selanjutnya saya kirimkan ke segenap 5000 an keluarga besar PARTOBA MARSADA. yang ada di komunitas ini dan akan kita cantumkan nama pengirimnya.
Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita bersama akan kekayaan adat dan budaya Batak.

Mauliate parjolo,,,

Horas... Mejuah-juah... Njuah-juah...

"KEBERAGAMAN" Hidup Bagaikan Taman Bunga

Kalimat itu kerap diperbincangkan dengan hangat di Beshara, sebuah komunitas diskusi spiritual di Jakarta. Tiap pekan, sekitar 20 penggiat komunitas ini berkumpul untuk berdiskusi. Mereka kerap menggali makna syair-syair Rumi, yang sebagian besar berisi ungkapan cinta kepada Tuhan.
Sabtu (28/8) sore, misalnya, Eva Muchtar (37) dan Rayanti Binawan (48), dua penggiat Beshara, ngobrol santai di sebuah kafe di Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan. Keduanya mencermati makna syair-syair Jalaluddin Rumi, sufi besar Turki yang hidup pada abad ke-13 Masehi. ”Kami mencintai cara Rumi mencintai Tuhan, bukan mengultuskan sosoknya,” kata Eva bersemangat.
Beshara tumbuh di Inggris sejak 28 tahun lalu dan 10 tahun terakhir berkembang di Jakarta. Tak hanya kaum Muslim, banyak orang berlatar belakang agama berbeda ikut serta dalam kegiatan kelompok ini. Mereka berkumpul bergantian lokasi, dengan niatan untuk bersilaturahim.
Setelah mendalami pesan syair cinta Rumi, mereka berusaha menerapkannya dalam kehidupan nyata. Salah satu yang ditekankan, bagaimana membangun cinta dan kebersamaan di tengah segala perbedaan agama, etnik, dan latar belakang budaya manusia.
Sebagaimana diakui Rayanti, perbedaan memang kadang membuat manusia tidak nyaman. Ketika menemukan situasi semacam itu, ia mengandaikan dirinya tengah becermin.
”Apa yang membuat saya tak nyaman dengan perbedaan tersebut dan kenapa? Ujung-ujungnya, saya memaklumi, tak semua hal harus sesuai dengan pikiran dan keinginan,” ujarnya.
Kemajemukan
Ada beberapa kelompok lain yang sama-sama bergiat menumbuhkan kesadaran pluralisme alias kemajemukan. Sebut saja, antara lain, kelompok Al Hikam, Yayasan Barzakh, dan Yayasan Paramadina. Mereka rutin berdiskusi, memupuk persaudaraan, memperkuat rasa cinta, dan hidup rukun di tengah keberagaman.
Yayasan Barzakh, contohnya, mengembangkan wacana tasawuf dengan pengajian dan diskusi rutin. Pemandunya, Muhammad Zuhri, seorang guru sufi dari Pati, Jawa Tengah, yang akrab disapa Pak Muh. Kegiatan mereka telah berjalan selama 15 tahun terakhir di Jakarta dengan peserta 60-an orang.
Ketua Umum Yayasan Barzakh Andri Aryadi menjelaskan, anggota Barzakh berusaha menempa diri demi mencapai takwa kepada Allah. Takwa lantas diwujudkan dengan bersikap welas asih kepada sesama. Mereka lebih fokus mengamalkan hakikat agama yang membawa kebaikan untuk manusia ketimbang meributkan perbedaan bentuk ritualnya.
”Ritual sosial tak kalah penting daripada ritual ibadah. Ibadah akan makin sempurna jika disertai melakukan kebajikan bagi sesama,” ujar Andri.
Semangat serupa dilontarkan pengajar tarikat Al Hikam di wilayah Jabodetabek, Mohammad Luqman Hakim. Dengan mengacu pada Kitab Al-Hikam karya Ahmad ibnu Athaillah al-Sakandary asal Mesir, kelompok ini menanamkan kecintaan kepada Tuhan yang diyakini bakal melahirkan cinta dan kasih sayang.
”Jika telah mengenal Allah Sang Pencipta, manusia akan berbelas kasih kepada orang lain,” katanya.
Dengan metode edukasi, Yayasan Paramadina di Jakarta juga getol memperjuangkan prinsip keberagaman. Saat ini kelompok yang didirikan Nurcholish Madjid (almarhum) tahun 1986 ini dipercaya mengisi materi pluralisme dan hak asasi manusia kepada aparat kepolisian. Harapannya, kepolisian lebih tanggap dan bijak dalam menyelesaikan gesekan antarkelompok dengan alasan agama.
”Aparat penegak hukum kini seperti masih takut atau ragu dalam menindak aksi anarki yang bertentangan dengan perlindungan HAM dan pluralisme. Padahal, kebebasan beragama dan berkeyakinan semestinya harus dijaga,” kata Direktur Program Yayasan Paramadina Ihsan Ali-Fauzi.
Taman bunga
Bisa dibilang, kehadiran kelompok pluralis itu bagaikan oase yang menyejukkan di tengah munculnya kekerasan atas nama agama dan sikap intoleran yang kian marak belakangan ini. Mereka memilih memupuk cinta kepada Sang Khalik sambil berbuat baik kepada sesama, tanpa membedakan latar belakang agama dan budaya.
Menurut Direktur Eksekutif International Centre for Islam and Pluralism Syafi’i Anwar, mau tak mau keberagaman memang telah menjadi sejarah bangsa ini. Bahkan, sebagian penyebar Islam di Jawa yang dikenal sebagai Wali Songo juga berdakwah lewat jalan akulturasi dengan budaya setempat. Kesadaran akan kemajemukan di tengah umat Muslim diharapkan dapat membentuk citra Islam sebagai agama yang cinta damai.
Cendekiawan Muslim Komaruddin Hidayat punya metafora menarik soal pluralisme. Ia ibaratkan kehidupan sebagai taman bunga yang sangat indah. Ada mawar, melati, anyelir, sedap malam, dahlia, dan sebagainya. Taman ini kehilangan pesonanya jika hanya punya sekuntum bunga.
Manusia bisa memetik bunga itu sesuai selera dan kehendaknya. Bunga apa pun yang dipetik, asal dipelihara dan diperlakukan dengan baik dan benar, tetap akan mekar dengan indah.
”Begitu pun agama. Ia bukan tujuan akhir kehidupan. Agama justru jadi alat dan basis nilai untuk menata keragaman kehidupan. Tujuan akhirnya adalah kesadaran eksistensi dan kehadiran Tuhan dalam kehidupan,” katanya.

The Prayer of Faith

1 Kings 18:41-46
A committed and consistent prayer life is essential for every believer who wants to grow in his relationship with Christ. Yet so many Christians struggle in this area. What is hindering us?
No Burden: Being diligent is easy when we feel passionate about our request. We will storm the gates of heaven when a loved one is sick, but once the urgency is past, so is the prayer. We drift back into apathy.
No Time: We're busy and can see no way
to squeeze in regular prayer time without a drastic rearrangement of our schedule.
No Apparent Answer: We've tried praying, but God just doesn't seem to answer. Thinking, It's a waste of time, we give up.
James 5:16-18 tells us that Elijah was a righteous man whose effective prayer accomplished much. He was passionate and persistent because he knew God intimately and believed that He would answer. Past answers to prayer and time spent in His presence had strengthened the prophet's absolute trust in the Lord.
When Elijah first began to pray on the mountain, there was no apparent answer, and yet he continued to seek the Lord. God is always working around us whether we perceive it or not. Eyes of faith can see His presence and involvement even when there's no tangible evidence.
God did not design prayer as simply an avenue for requests; spending time in conversation with our heavenly Father is meant to help us know and love Him. Then, as we grow in passion for the Lord, spending time with Him will be a delight, and life turns into an adventure of faith.