HUTA

HORAS TONDI MADINGIN, PIR TONDI MATOGU

Rabu, 27 Juni 2012

Ringkot ma nian rohangku di sada tingki diringkkon boi gabe:

* Ahli ekologi/ pebisnis AMDAL, ai sude hubereng perusahaan na adong nuaeng on, ai holan mangharingkothon keuntungan na tung mansai balga, alai angka panghorhon ni naniulada ondeng tu liat portibi on so dianturehon.
* Karejo di Freeport 5 taon torussimpan modal, langsung bangun galon di huta torus molo maju do galon i, so ma jo na karejo, alai gabe bos ma di huta (on utok-utok serakah nga mullop)
* Adong donganhu pemodal, hulului gabe pemasok bibit pohon au di huta, ia so i manatau boi mambuka bank pohon di huta, asa uli huta na mi i.
* Mengaranto tu luar negri, kerja di Jepang, Belanda, Jerman (sekalian cari ilmu, di sada tingki boi mulak tu huta, laho MARTABE)
* Bentuk group Partoba marsada di kehidupan nyata.
* Pebisnis pariwisata di Muara
* Penyelam pertama dasar ni Tao toba mangojakhon simanjojakhon di sude saluhut dolok na timbo na adong di portibion, jala sai ma i bahenonhu 2050.
* Mandalani liang na adong di batuharang tombus ro di bakara (laos mambahen on rute liburan mengasikkan di ujung taon).
* Eksplorasi humbahas sekaligus ekspedisi expo ( sude ma na sa na boi dieksplor ate => alai utok2 serakah, sai anggiat boi nian diminimalisir)
* Pelatih Saxophone (bah... belajar pe dang do pe)
* Penari balet (amangtahe, gonting marjogal do)
* Parende songon Nahum Situmorang (nga naeng paruakon aru-aru on ate)
* Paredang-edang, naboi mandalani saluhutna portibi on. Dalananma Jepang, belanda, ( ai boasa boi nasida manjajah tano ni omputta, molo boi paulak sude arta natinangko ni halaki hian sian hutanami on) termasuk ma angka buku laklak. =>WAJIb
* Gabung tu NGO Green Peace, manang bentuk sandiri margoar “Partoba Pe Boi do Manghatai” =>bahas masalah lingkungan,politik, kenyamanan ni portibi.
* Aktif di bidang budaya, anggiat bahasa Batak gabe bahasa Internasional.
* Ingkon pasauton do penjajahan Balik tu Bolanda dohot Japang, Laos Marhata toba na sida bahenon. (halak pajonjong hotel nalima tingkat, iba HOTEL ma ni panjonjong di rohaniba sasahali... hahahaha)
* Gabung tu partai politik, anggiat di sada tingki boi gabe politisi handal, sedikitna anggota legislatif humbahas 2030 (alai dang naeng dohot di politik praktis da...)
* Calon independen pe ta ho jadi ma asal ma gabe boi gubernur Sumut 2039 manang sedikitna ma bupati Humbahas 2040 kan 2050 gabe presiden RI dohot ibukotana gabe pinda tu Kalimantan, Pulo Jawa paulak gabe juma, ala uli do tanona gabe paremean, Selawesi, NTB, Nias, Mentawai gabe bi wisata Laut utama dunia ganti ni Hawai.
* Manambok tobing na di toru nihuta na mi i gabe sada tao nauli, anggiat sada tingki boi sude liat portibi on tumanda hutanami Si Jaba Losung Aek. (bah.... boasa gabe turun muse angan-angan on hamuna..!!!)
* Pangke panas bumi na di toru ni Tao Toba gabe sumber daya listrik terbesar di portibi on. (Asa boi pajonjong Bangso Batak gabe bangso namargoar ro di liat desa nauala)
* Paulak Barus gabe pusat pelabuhan terbesar di Indonesia songon si na uju i.
* Patandahon tu Israel, ai Batak i bangso natarpillit bangso nanihaholongan ni Debata (dang holan bangso ni halak i)
* Tamat tibu sian Biologi langsung karejo ( asa bebas iba berkreasi tu saluhut na angan2hon).=>On ma sahit i....!!!

Di ujung ni angan-anganhon, mengkel suping ma ahu, jala hudok tu diriku.... Boto lungunmu... Ula na sa siulaonmu, jala pangke ma na sa gogo dohot pikkiranmu mangasahon Tuhan i.... Hehehe..
Siapa pencipta kejahatan???

Prof: "Apakah Tuhan menciptakan segala yg ada ?"
Mhsw: "Benar..Tuhan yg menciptakan semuanya."
"Tuhan menciptakan semuanya?" tanya prof sekali lagi.
"Ya Prof, semuanya," kata mhsw itu.
Prof: "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan
menciptakan Kejahatan."
Mhsw itu terdiam & kesulitan menjwb hipotesis Prof tsb.
Suasana hening dipecahkan
oleh suara salah satu mhsw,
"Prof, boleh saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Prof.
Mhsw : "Prof, apakah dingin itu ada ?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada."
Mhsw itu menyangkal, "Kenyataannya, Prof, dingin itu tdk ada. Menurut hukum fisika, yg kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
Suhu-460F adlh ketiadaan panas sama sekali & semua partikel menjadi diam & tdk bisa bereaksi pada suhu tsb.
Kita menciptakan kata dingin utk mendeskripsikan ketiadaan panas".
Mhsw itu melanjutkan...
"Prof, apakah gelap itu ada ?"
Prof menjwb, "Tentu saja itu ada."
Mhsw itu menjwb, "Sekali lagi anda salah, Prof. Gelap jg tdk ada. Gelap adalah keadaan dimana tdk ada cahaya. Cahaya bisa kita
pelajari, gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton utk memecahkan cahaya jadi beberapa warna & mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tak bisa mngukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dgn berapa intensitas cahaya di ruangan tsb.
Kata gelap dipakai manusia utk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mhsw itu bertanya,
"Prof, apakah kejahatan itu ada ?"
Dengan bimbang prof itu menjwb, "Tentu saja !"
Mahasiswa itu menjwb,
"Sekali lagi anda salah, Prof. Kejahatan itu TIDAK ADA. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan di dalam diri seseorang.
Seperti dingin atau gelap, kejahatan adlh "kata" yg dipakai manusia utk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan di dalam diri manusia. Tuhan tdk pernah menciptakan kejahatan.
Kejahatan adalah hasil dr tdk adanya Tuhan di hati manusia." Profesor itu terdiam...
(Mhsw = Albert Einstein, "Relativity is about all but not for God"
Cewek lebih perhatian dari cowok

Cerita dari seorang Bapak pagi-pagi ini (Suhunan Situmorang).

Di rumah kami, barangkali begitu juga di rumah kalian, anak perempuan lebih perhatian dan peduli pd orangtua dibanding anak lelaki. Contohnya pagi tadi, di kamar--sementara si nyonya masih di Cisarua, mengikuti acara 'seksi parompuan HKBP' level distrik Jkt.

Ayu : Ada acara apa Pak hari ini, kok pake batik?

Echa : Kan tadi bapak udah bilang jadi pembicara di hotel Millenium.

Ayu : Pliss deh Pak, kok batiknya itu-itu melulu.

Echa : Tauk nih bapak. Kasian amat...

Aku : Ngak apa-apa, tho? Memang knp? Kan msh layak dipakai?

Ayu : Tapi udah sering dipake, pak.

Echa: Iya nih, beli kek Pak yg baru. Msak batik bapak itu-itu aja.

Aku : Akh masih bagus kok, boru (sambil memerhatikan di cermin meja rias si nyonya).

Echa: Nanti orang-orang yg lihat bapak bilang lho, batiknya bapak itu-itu aja. Kasihan amat.

Ayu: Iya pak. Kan kasihan bapak.

Aku: Kan peserta workshop atau seminar itu beda-beda, boru. Mereka kan ngak tahu baju ini sdh pernah bapak pake.

Echa: Ampuuun deh si bapak ini, kayak ngak bisa beli aja.

Aku : Batik bapak sebenarnya lumayan banyak kok. (dng pede)

Ayu : Iya, tapi ada yg udah seumuran Ayu...

Aku : Bapak lagi ngak punya duit, boru. Nantilah (dgn mimik dan suara seolah amat prihatin)

Ayu: Ambil aja dulu Pak duit di tabungan Ayu. Nanti Ayu bilang deh sama Mama biar diambil dari bank.

Echa: Iya Pak, pake duit tabungan Echa juga.
------

Sesudah selesai presentasi atas undangan 'Bank Andara,' sbh bank umum yg segmented, khusus menyalurkan kredit bagi bank-bank BPR, HP kuaktifkan. Di antara misscall, bbm, dan sms yg masuk, salah satu sms dari anak lelaki satu-satunya itu:

"Pak jng lupa ganti duitku yg kepake utk beli lauk makan malam Tulang dan nantulang semalam. Malas dah klo minta ke mama, pasti ditanya-tanyain. Bpk aja yg ganti, transfer aja. Jng terlalu pas ya, pak."

Coba, beda banget kan? :-(

Selasa, 05 Juni 2012

Penjual Minyak Goreng dan Malaikat

Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum. "Nyak nyak minyaaak..." teriaknya. Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh dengan botol minyak tergelincir ke Sungai Citarum.

Plung ...lap... tenggelam lah gerobak kesayangan nya itu. Huuu..huuu.. .menangislah dia... "Harus kuberi makan apa istriku nanti...huuu...."

Tiba-tiba... seorang Malaikat baik hati muncul & bertanya."Hai Fulan ...? kenapa gerangan sehingga engkau menangis begitu.?

Ternyata, penjual itu namanya Fulan...

"Oh Malaikat, gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai." keluh Fulan.

"Baiklah ... aku akan ambilkan untukmu." jawab Malaikat.

Tiba-tiba Malaikat itu menghilang & muncul lagi dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan.

"Inikah punyamu?" tanya Malaikat.

"Bukan, gerobakku tidak sebagus itu, mana mungkin penghasilan saya yang 200 ribu sebulan bisa beli kereta kencana ? Itu pun sudah ditambah komisi penjualan yang cuma sedikit."

Malaikat itu pun menghilang lagi & muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu.

"Inikah punyamu?" tanyanya lagi.

"Bukan, hai Malaikat yang baik, Punyaku cuma dari besi biasa, botolnya juga botol biasa"

Lalu Malaikat itu pergi lagi dan kali ini kembali dengan gerobak dan botol si Fulan.

"Inikah punyamu?"

"Benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah membantu yang lemah ini untuk mengambilkannya untukku."

Malaikat berkata : "Engkau jujur sekali, ya Fulan. Untuk itu sebagai hadiah dari kejujuranmu aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu."

"Terima kasih ya Tuhan ... terima kasih ya Malaikat." ucap si Fulan

Sebulan kemudian, Fulan naik perahu bersama istrinya di sungai yang sama. Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari, Perahu terbalik & istrinya hanyut.

"Huuu, huuu, istriku, di mana engkau..", isaknya,

Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi. "Kenapa lagi engkau ya Fulan..?

"Istri saya hanyut & tenggelam di sungai, hai Malaikat.. Ohhh..."

"Tenang ... aku ambilkan.... "

Malaikat itu menghilang & tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach, yang ada tato mawar di perutnya.

"Inikah istrimu?" tanya Malaikat.

"Betul,betul sekali ya Malaikat... dialah istriku."

"Haaaaaaiiii...Fulan!!!" Malaikat membentak marah."Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?"

Sambil bergetar dan berjongkok, Fulan berkata :"Ya, Malaikat, kalau aku jujur, nanti engkau menghilang lagi dan membawa Titi Kamal, kalau kubilang lagi bukan, maka engkau akan menghilang lagi dan membawa Andi Soraya, lalu kalau kubilang bukan juga engkau menghilang lagi dan membawa istriku yang sebenarnya, Lalu.. engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali & engkau akan memberikan ke empat-empatnya kepadaku. Buat membiayai hidup isteriku aja aku kerepotan ya Malaikat, apalagi Nafa Urbach atau Titi Kamal, aduh berat ya Malaikat.."

Malaikat pun termangu dan angguk angguk."Benar juga kamu Fulan, kamu realistis.."